Doa dan Amalan Malam Nuzulul Qur’an yang Baik Diterapkan agar Mendapatkan Pahala dan Kebaikan Berlipat

Jadwal dan Doa Berbuka Puasa Hari ke-20 Ramadan Minggu 2 Mei

Nuzulul Qur’an merupakan waktu atau hari pertama kali turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Nuzulul Qur’an yaitu diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Di hari yang istimewa tersebut, terdapat banyak amalan yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan ampunan dan pahala dari Allah SWT. Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam. Di mana dalam Al-Qur’an berisi kalam Allah SWT yang menjadi petunjuk dan pedoman hidup manusia di dunia. Kitab suci Al-Qur’an merupakan satu di antara mukjizat terbesar yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Di mana Al-Qur’an mencakup setiap aspek kehidupan yang perlu diketahui, dipahami, dan diamalkan setiap umat Islam. Karena itu, tidak afdal rasanya jika umat Islam tidak membaca Al-Qur’an di malam Nuzulul Qur’an. Di samping membaca Al’-Qur’an, terdapat beberapa doa dan amalan Malam Nuzulul Qur’an yang bisa dikerjakan.

Doa Nuzulul Qur’an

Lafaz Arab:

اللهم نور قلوبنا بنور هدايتك كما نورت الارض بنور شمسك ابدا ابدا برحمتك يا ارحم الراحمين

Arab latin:

Allaahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur aan, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur aan, wa hassin a’maalanaa bi dzikril qur aan, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur aan, wa adkhilnal jannata bi syafaa’til qur aan.

Artinya:

“Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Alquran, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Alquran, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Alquran, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Alquran, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa’at Alquran.”

Amalan Malam Nuzulul Qur’an

Berikut ini beberapa amalan yang bisa dilakukan pada malam Nuzulul Qur’an, diantaranya:

1.      Istiqomah

Amalan malam Nuzulul Qur’an yang pertama yang sangat baik kita kerjakan, yaitu istiqomah. Pastinya, sebagai umat Islam, kita harus mengisi malam Nuzulul Qur’an dengan amalan-amalan baik. Nah, salah satu di antaranya dengan istiqomah membaca Al-Qur’an.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman utama bagi seluruh umat Islam di dunia. Di mana Al-Qur’an untuk kali pertama diwahyukan atau diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Oleh karena itu, sebaiknya kita bisa khatam membaca Al-Qur’an selama di Bulan Ramadan. Minimal, kita bisa khatam membaca Al-Qur’an satu kali.

2.      I’tikaf

I’tikaf juga merupakan amalan yang baik dilakukan di malam Nuzulul Qur’an. Sama halnya amalan pada malam Lailatul Qadar, ketika Nuzulul Qur’an, kita juga bisa melakukan I’tikaf. I’tikaf adalah aktivitas berdiam di dalam masjid dengan syarat tertentu dan niat beribadah semata-mata hanya untuk Allah SWT. Hal ini dapat menjadi momen di mana umat Islam bisa lebih mendekatkan diri pada Allah Swt. Terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum melakukan I’tikaf. Syarat untuk sahnya iktikaf adalah beragama Islam, baligh, dan memiliki niat iktikaf. Di samping itu, I’tikaf harus dilakukan di masjid, baik itu di masjid jami’ ataupun di masjid biasa.

3.      Perbanyak Doa

Amalan lain yang baik dikerjakan pada malam Nuzulul Qur’an yaitu memperbanyak bacaan doa. Dengan melakukannya, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan hanya itu, memperbanyak bacaan doa dapat membuat kita lebih menghayati betapa pentingnya Nuzulul Qur’an. Terlebih, Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa diturunkannya Al-Qur’an, yang menjadi pedoman utama bagi umat Islam.

4.      Perbanyak Sholat Malam

Di samping ketiga amalan tersebut, terdapat satu lagi amalan Nuzulul Quran yang baik diterapkan, yaitu memperbanyak salat malam. Memperbanyak sholat malam merupakan amalan malam Nuzulul Qur’an berikutnya. Untuk melakukan salat malam, kita bisa tidur terlebih dahulu setelah menunaikan salat tarawih dan tadarusan. Ketika menjelang sahur atau tengah malam, kita bisa bangun kembali. Tujuannya tentu saja adalah untuk menunaikan salat malam. Dengan melakukannya, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memaknai Nuzulul Qur’an sebagai hari terpenting.